News

BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DENGAN SISTEM HIDROPONIK MENGGUNAKAN NAUNGAN NET AGROPRO

Budidaya sayur mayur ataupun buah-buahan merupakan hal biasa yang kerap kali dilakukan di rumah tangga Indonesia. Hal tersebut karena memang Indonesia dikenal sebagai negara agraris dimana pertanian menjadi salah satu sumber mata pencaharian utamanya. Salah satu jenis sayuran yang sering dibudidayakan contohnya adalah kangkung. Siapa yang tidak kenal dengan kangkung? Kangkung banyak tumbuh di daerah Asia dan dapat dijumpai khususnya di kawasan berair, selain itu kangkung juga merupakan makanan yang populer dan banyak disukai masyarakat Indonesia sampai hari ini.

 

Kangkung termasuk dalam kategori tanaman berumur pendek, sejak ditanam hingga panen hanya membutuhkan waktu 14-21 hari. Oleh karena waktu pemeliharaannya yang pendek, tanaman kangkung sangat cocok untuk dibudidayakan secara hidroponik. Budidaya kangkung secara hidroponik sangat menguntungkan karena dapat memanfaatkan lahan sempit. Anda pun bisa mencobanya, terutama jika anda sangat menyukai kangkung, dan pas sekali jika anda mencoba menumbuhkan kangkung di rumah Anda. Selain dapat memanfaatkan lahan sempit, budidaya kangkung secara hidroponik memiliki keunggulan lainnya dibandingkan dengan cara konvensional, diantaranya hemat air dan hasil kangkung hidroponik warna daunnya lebih tajam, lebih mulus, dan bebas dari residu pestisida.

 

Kini menanam kangkung secara hidroponik di dalam greenhouse dengan net AgroPro tengah popular dan menjadi pilihan yang banyak dicoba di kalangan masyarakat Indonesia. Berbeda dengan pertanian konvesional, pertanian hidroponik tidak bergantung pada alam. Misalnya saat musim hujan, hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kesuburan tanaman dan hasil panen karena budidaya hidroponik dilindungi dengan atap greenhouse.

 

Beberapa fungsi greenhouse net AgroPro sistem hidroponik untuk kangkung ialah tanaman akan terlindung dari serangan serangga, hama, ulat, sinar terik matahari yang berlebihan serta curah hujan yang tinggi. Pengawasan dapat dilakukan secara intensif karena lingkungan tumbuh lebih tertata rapih dan memiliki atap, sehingga jika terjadi suatu gangguan terhadap tumbuhan kangkung seperti penyakit maupun adanya gangguan fisiologis dapat segera diketahui guna langsung ditangani dan dibasmi. Prinsip pertanian hidroponik adalah dengan memberdayakan air, sehingga tidak lagi diperlukan media tanah seperti pada metode konvensional. Oleh karena itu, para petani tidak perlu lagi mengatur air dan membersihkan rumput di sela tanaman kangkung. Hasil pertanian kangkung hidroponik lebih higienis serta memiliki rasa yang lebih renyah sehingga mudah untuk masuk pasar-pasar modern, dan memiliki harga yang tinggi karena masuk kategori sayur organik. Karena permintaan kangkung di rumah makan, hotel, dan pasar modern cukup tinggi, maka hal ini dapat menjadi peluang bagi petani mulai mengembangkan pola tanam hidroponik untuk kangkung.

 

Net AgroPro dapat lebih efektif dalam meningkatkan produksi kangkung hidroponik. Serangan hama dan penyakit akan jauh lebih terkendali tanpa menggunakan pestisida, dengan demikian para petani dapat memperoleh hasil produksi pertanian yang terjamin mutu dan kesehatannya serta tidak perlu kuatir akan mengalami gagal panen karena cuaca maupun iklim yang berubah-rubah. Greenhouse hidroponik kangkung dapat menggunakan net tipe mono warna transparan dengan intensitas cahaya masuk 70% hingga 82% (tergantung daerah pemasangannya). Dirajut dengan mesin berteknologi jerman, benang net saling terikat satu dengan yang lainnya dengan kuat sehingga ukuran mesh tidak akan berubah meskipun mengalami gesekan. Net AgroPro terbuat dari biji plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang sehingga memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang sangat tinggi, terbukti hingga 10 tahun.

 

Net AgroPro cocok untuk sektor perkebunan, pertanian, tanaman hias, bunga dan juga cocok untuk sektor konstruksi (safety net) dan hobi.


%d blogger menyukai ini: